Menikmati Alam Laut Terindah di Indonesia

Sebagai negara kepulauan, tak heran jika Indonesia menyimpan begitu banyakpermatadi balik lautnya. Terumbu karang yang cantik dengan penghuninya yang tidak kalah beragam tersebar di berbagai daerah. Majalah Unearthing Asia memilih 8 lokasi menyelam favorit di Indonesia. Sebelum berkeliling ke negara lain, Anda harus mendatangi tempat-tempat ini!


1. Bintan, Riau

Bintan menawarkan 18 km pantai pasir putih dengan biota laut yang kaya. Tidak jauh dari pantai, Anda bisa melihat ngarai laut sedalam 8 meter dengan dasar yang rata, tempat yang sempurna untuk belajar menyelam. Anda juga bisa menjelajahi kapal tanker tua yang telah lama tenggelam.


2. Kepulauan Seribu, Jakarta

Jika kita membayangkan Jakarta, maka yang muncul di benak adalah gedung bertingkat dan jalanan macet. Siapa sangka, di Jakarta kita juga bisa menikmati keindahan laut. Kepulauan Seribu, rumah bagi terumbu karang yang cantik, hanya berjarak satu hingga dua jam dari dermaga Marina, Jakarta dengan kapal cepat. Beberapa pulau yang terkenal adalah Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil, Karang Bongkok, Pulau Sepa dan Pulau Pantara. Anda cukup menyewa kapal yang lebih kecil untuk menuju lokasi menyelam, yang tidak kalah indah dengan daerah lain di Indonesia.


3. Karimun Jawa, Jawa Tengah


Selain Kepulauan Seribu, Laut Jawa masih memiliki surga terumbu karang lain, yaitu di utara Semarang, Jawa Tengah. Kepulauan Karimun Jawa terdiri dari 27 pulau yang dilingkupi deretan terumbu karang koral biru Acropora. Di Karimun Jawa Anda juga bisa melihat bangkai Indonour, kapal dagang yang tenggelam tahun 1955. Jangan lupa berenang dengan bayi hiu di lokasi penangkaran!


4. Pulau Derawan, Kalimantan Timur


Sekitar 50 mil Tanjung Redeb, Ibukota Kabupaten Berau, terdapat terumbu karang yang spektakuler dan gua bawah laut. Derawan memiliki lebih dari 17 lokasi menyelam, dengan keunikan tersendiri. Beberapa lokasi paling terkenal adalah sekitar Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua.

Di Sangalaki, Anda bisa melihat berbagai jenis ikan pari, sotong dan hiu macan. Anda juga bisa mengamati kura-kura raksasa meletakkan telur di malam hari. Sedangkan di Pulau Kakaban terdapat danau air asin berisi ubur-ubur tak bersengat. Dan di Pulau Maratua, Anda akan menemukan barakuda serta tuna. Jika beruntung, Anda bahkan bisa melihat hiu martil dan delapan jenis lumba-lumba.


5. Pulau Komodo, Flores

Tidak hanya komodo yang mengisi Pulau Komodo. Di bawah laut, terdapat berbagai jenis ikan bewarna-warni yang sangat indah. Lokasi menyelam di Pulau Komodo, seperti Sebayour Kecil, Pulau Tengah Kecil dan Pantai Merah, adalah salah satu yang terindah di Indonesia. Anda juga bisa menuju daerah barat Flores seperti Pulau Tatawa, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Rinca and Pulau Nusa Node.


6. Nusa Penida, Bali


Pulau Nusa Penida terletak satu jam dari Bali, dan memiliki salah satu terumbu karang paling sehat yang bisa terlihat jelas dari jarak 15 hingga 35 meter. Ada berbagai lokasi menyelam di daerah utara pantai. Silakan mencoba menyelam di Blue Corner, Nusa Lembongan dan Gamat, untuk Anda yang sudah berpengalaman dan mencari tantangan.


7. Bunaken, Sulawesi Utara


Bunaken
punya reputasi internasional untuk keindahan 16 lokasi menyelamnya, termasuk lereng 30 meter yang menjadi rumah berbagai spesies ikan dan biota laut. Beberapa lokasi menyelam utama adalah Pulau Sialdoen, Gangga, Mantehage, Nine dan gunung berapi laut bernama Manado Tua.


8. Selat Lembeh, Sulawesi Utara


Masih di Sulawesi Utara, terdapat satu lagi surga menyelam, yaitu di Selat Lembeh. Lokasi ini terkenal dengan biota lautnya yang unik, seperti gurita bunglon, kuda laut mini, ikan katak dan sotong flamboyan. Namun hati-hati, Selat Lembeh hanya cocok untuk penyelam berpengalaman.

Misteri Planet dengan Tiga Matahari

Planet yang keberadaannya hampir tidak mungkin ini dideteksi para astronom AS, dan dipublikasikan hari Kamis di journal Nature. Formasi aneh ini disebut tidak mungkin karena ia bertentangan dengan teori mengenai pembentukan planet.
Adapun sang planet berupa raksasa gas seperti Jupiter, hanya sekitar 14 persen lebih besar. Ia mengorbit bintang utama dari trio bintang yang dikenal sebagai HD 188753, pada arah rasi bintang Cygnus. Waktu orbitnya sekitar 80 jam.
Trio bintang dan planetnya itu berada pada jarak sekitar 149 tahun cahaya dari Bumi. Satu tahun cahaya adalah jarak yang bisa ditempuh cahaya dalam setahun atau sekitar 9.600 milyar kilometer. Sedangkan jarak objek-objek itu satu sama lain kira-kira 8 juta kilometer atau sama dengan jarak antara Matahari dengan Saturnus.
Bila kita berdiri di permukaan planet itu, maka kita akan melihat tiga Matahari di langit, walau planet mengorbit bintang utama yang berwarna kuning. Menurut para astronom dari California Institute of Technology, bintang lain yang lebih besar berwarna jingga, dan satunya yang lebih kecil berwarna merah.
Penemuan ini tentu saja akan menjatuhkan teori yang menyebutkan bahwa planet-planet terbentuk dari debu dan gas yang mengelilingi sebuah bintang tunggal. Temuan juga akan membuat para ilmuwan mencari planet-planet baru di tempat yang dahulu tidak diperhitungkan.
"Dengan temuan ini kita menjadi tahu bahwa ada lebih banyak planet di luar sana dibanding perkiraan kita," komentar Maciej Konacki, astronom dari Caltech yang menuliskan artikel riset di Nature. "Selama ini kita mencari planet hanya di bintang-bintang tunggal. Kini pilihannya lebih banyak."
Konacki, dalam tulisannya, menyebut jenis planet baru ini sebagai planet type Tatooine. Nama ini diambil dari planet dengan Matahari ganda, dimana klan Skywalker berasal dalam cerita Star Wars.
Fakta bahwa sebuah planet bisa terdapat dalam sistem multi bintang adalah sesuatu yang menakjubkan. Perlu diketahui, sistem bintang ganda (binary) dan sistem multi bintang cukup banyak ditemukan di galaksi kita. Jumlahnya bahkan 20 persen lebih banyak daripada sistem bintang tunggal.
Sejauh ini kebanyakan planet extrasolar - berada di luar tata surya kita - ditemukan dengan cara mengamati karakteristik goyangan cahayanya, yang memperlihatkan adanya gaya tarik gravitasi objek lain, yang kemungkinan besar adalah planet.
Metode di atas kurang efektif dipakai untuk mencari planet pada sistem binary atau multi bintang. Selain itu, teori menyebutkan bahwa planet-planet tidak terbentuk di lingkungan seperti ini. Oleh karenanya Konacki mendapatkan planet Tatooine-nya dengan mengukur kecepatan objek-objek di sistem multi bintang.
Ada yang menduga planet ini sebetulnya bintang ke-empat yang lebih kecil. Tapi ada juga yang menduganya sebagai planet berinti padat. Untuk mencari jawabannya, para astronom akan melakukan penelitian untuk mengetahui lebih jauh mengenai planet misterius ini.